Demi Masa, Sesungguhnya Manusia dalam Kerugian yang Nyata.. Dan demi waktu..detik demi detik berlalu.. minit demi minit berjalan.. jam demi jam terlewati.. dan hari berganti hari.. manakala bulan dan tahun terus melaju tanpa henti.. bahkan setiap detiknya, kesemuanya itu yang ada hanyalah 3 waktu je.. Saat kemarin.. Saat ini.. dan saat akan datang.. begitulah posisi yang sudah ada di saat ini.. maka saat kemarin sudah terlewati dan masuk dalam Alam Lamunan Tuhan.. dan begitu pula saat akan datang.. sesungguhnya masih berada pada Rahasia Tuhan..
Maka di katakan Allah dalam Al-Quran : ''Wal Asri..'' Demi Masa.. ''Innal Insaana Lafii Khusri..'' Sesungguhnya Manusia itu dalam kerugian.. kerugian yang NYATA..yeaaaaa Demi Masa Sesungguhnya Manusia Dalam Kerugian yang Nyata karena selalu disibukkan dengan ke EGOAN dan ke DIRInya sendiri.. selalu merasa dan terus merasa.. merasa bisa itu ini.. merasa tahu itu ini.. merasa paling itu ini.. merasa dirinya bisa dan hebat.. merasa dirinya memiliki sesuatu.. merasa dirinya berilmu dan beramal soleh.. merasa paling baik dan benar.. dannnn itulah tanda bahwa manusia tidak mengerti bahwa setiap detiknya waktu yang ada semuanya itu berada dalam Genggaman Tuhan... bahkan Ubun ubunnya berada dalam Kuasa Tuhan...
Maka di katakan Allah dalam Al-Quran : ''Wal Asri..'' Demi Masa.. ''Innal Insaana Lafii Khusri..'' Sesungguhnya Manusia itu dalam kerugian.. kerugian yang NYATA..yeaaaaa Demi Masa Sesungguhnya Manusia Dalam Kerugian yang Nyata karena selalu disibukkan dengan ke EGOAN dan ke DIRInya sendiri.. selalu merasa dan terus merasa.. merasa bisa itu ini.. merasa tahu itu ini.. merasa paling itu ini.. merasa dirinya bisa dan hebat.. merasa dirinya memiliki sesuatu.. merasa dirinya berilmu dan beramal soleh.. merasa paling baik dan benar.. dannnn itulah tanda bahwa manusia tidak mengerti bahwa setiap detiknya waktu yang ada semuanya itu berada dalam Genggaman Tuhan... bahkan Ubun ubunnya berada dalam Kuasa Tuhan...
Kehidupan yang hidup dalam hidupnya sendiri.. Kehidupan yang berdiri dengan sendirinya.. inilah sesungguhnya hidup semakin hidup dan tiada di sebut hidup lagi.. melainkan yang ada hanyalah DIAM dalam ke DIAM-anNYA.. Esa dalam ke Esa-anNya tiada antara dan tiada berantara.. maka pandanglah sesuatu itu, dan tidaklah yang di pandang melainkan Ia jua yang memandang.. lebur segala pandangan ke dalam yang memandang.. lenyap segala ragam warna dan bentuk.. musnah segala perbedaan.. hancur lebur.. musnah sudah tak berbekas.. tinggallah DIRI-Nya sendiri dalam ke DIAM an-Nya... yang tiada perbedaan.. yang tiada perpecahan.. yang tiada ragam macam2.. hanya SATU dalam ESA.. dan ESA meliputi SATU.. Subhanallah.. wallahuallam..



